31 Oct 2024

Perbekel Peliatan, I Made Dwi Sutaryantha, Bahas Konsep Desa Ramah Pejalan Kaki dalam Membangun Low Emission Zone di Ubud Writers & Readers Festival

Pada kesempatan yang berharga ini, Perbekel Peliatan, Bapak I Made Dwi Sutaryantha, diundang sebagai narasumber dalam acara talkshow bertajuk "Membangun Zona Rendah Emisi Ubud Melalui Desa yang Dapat Berjalan Kaki" yang berlangsung dalam rangkaian Ubud Writers & Reader Festival. Acara tersebut menjadi wadah diskusi penting mengenai upaya menciptakan kawasan rendah emisi di Ubud, yang salah satunya melibatkan konsep desa yang ramah pejalan kaki (walkable village).

Dalam kesempatan tersebut, Bapak I Made Dwi Sutaryantha berbagi pengalaman dan perbedaan mengenai pentingnya peran desa dalam mewujudkan Ubud sebagai kawasan yang berkelanjutan, dengan mengurangi emisi gas rumah kaca serta meningkatkan kualitas udara dan lingkungan secara keseluruhan. Sebagai Perbekel Desa Peliatan, beliau memberikan penekanan pada penerapan kebijakan yang mendukung pengurangan polusi udara, serta mengoptimalkan potensi desa dalam menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, dan ramah bagi pejalan kaki.

Bapak Made Dwi Sutaryantha juga mengungkapkan beberapa langkah yang telah dilakukan Desa Peliatan dalam membangun infrastruktur yang ramah lingkungan, seperti memperbanyak ruang terbuka hijau, menggalakkan penggunaan transportasi ramah lingkungan, dan memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan serta mengurangi penggunaan kendaraan bermotor di area desa. Menurutnya, menciptakan desa yang dapat dilalui dengan mudah oleh pejalan kaki bukan hanya soal pengurangan emisi, tetapi juga berkaitan erat dengan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, baik dari bidang kesehatan, kesejahteraan, dan hubungan sosial antarwarga.

Acara ini tidak hanya menjadi platform untuk berbagi pengalaman, tetapi juga membuka diskusi tentang bagaimana konsep desa ramah lingkungan dapat diterapkan di berbagai wilayah lainnya, khususnya di Bali, untuk menciptakan ekosistem yang lebih hijau dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, Perbekel Peliatan, dengan visi dan misi yang telah diterapkan di desa, memberikan inspirasi bagi masyarakat luas dan pemangku kepentingan terkait untuk bekerja sama dalam mewujudkan kota dan desa yang lebih hijau, bersih, dan rendah emisi.

Dengan semangat tersebut, diharapkan upaya untuk membangun Zona Rendah Emisi di Ubud, serta penerapan konsep desa yang dapat dilalui pejalan kaki, dapat menjadi model bagi kawasan lain di Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup.