11 Jul 2024

Desa Peliatan Menuju Green Environment and Low Emission

Langkah demi langkah, Desa Peliatan terus bergerak maju dalam upaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Pada Hari Kamis, 11 Juli 2024, sebuah langkah penting diambil dalam mewujudkan Desa Peliatan menuju Green Environment and Low Emission. Melalui Gerakan Motor Listrik, Desa Peliatan kembali meneguhkan komitmennya untuk mengurangi emisi karbon dan memperkenalkan solusi ramah lingkungan bagi warganya.

Gerakan Motor Listrik di Desa Peliatan kali ini melibatkan kolaborasi dengan BUMDesa Praja Krtha Laksmi, yang berperan aktif dalam mendukung perkembangan dan keberlanjutan ekonomi desa. Dalam pertemuan yang berlangsung dengan WRI Indonesia (Bali) dan Electric Wheel, berbagai pihak sepakat untuk melakukan langkah konkret yang dapat mempercepat transisi menuju mobilitas yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Tiga hasil kesepakatan penting dalam pertemuan tersebut adalah sebagai berikut:

1.      WRI Indonesia (Bali) akan menghibahkan Panel Listrik ke Desa Peliatan
Sebagai bagian dari upaya mendukung energi terbarukan, WRI Indonesia (Bali) akan memberikan hibah panel listrik untuk Desa Peliatan. Dengan adanya panel listrik ini, desa diharapkan dapat memanfaatkan energi matahari untuk berbagai keperluan, termasuk mendukung operasional kendaraan listrik dan berbagai fasilitas yang ramah lingkungan. Pembangkit listrik tenaga surya ini juga akan mempercepat upaya desa menuju penggunaan energi bersih yang lebih efisien dan terjangkau.

2.      Membuat Lapak Charge dan Baterai Swap di Desa Peliatan
Sebagai langkah lanjutan untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik, sebuah lapak pengisian daya dan baterai swap akan dibangun di Desa Peliatan. Fasilitas ini bertujuan untuk mempermudah pengguna kendaraan listrik dalam mengisi daya atau mengganti baterai, tanpa harus menunggu waktu lama. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan motor listrik dan kendaraan listrik lainnya semakin banyak digunakan oleh masyarakat Peliatan, mendukung program desa yang bebas emisi dan lebih ramah lingkungan.

3.      Bekerja sama untuk merancang Konversi Mobil Konvensional ke Mobil Berdaya Listrik dengan Menggunakan Baterai Swap
Salah satu pencapaian besar dari pertemuan ini adalah kesepakatan untuk bekerja sama dalam merancang konversi mobil konvensional ke mobil listrik. Dengan teknologi Baterai Swap, mobil konvensional yang selama ini menggunakan bahan bakar fosil, dapat dialihkan menggunakan baterai listrik yang dapat ditukar dan diisi ulang. Ini merupakan langkah inovatif yang tidak hanya mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga mengurangi polusi udara dan mendukung transportasi berkelanjutan di Desa Peliatan. Konversi kendaraan ini akan menjadi pilot project di desa, yang diharapkan dapat diadopsi oleh desa-desa lain di Bali maupun Indonesia.

Langkah-langkah ini tidak hanya penting dalam konteks pengurangan emisi gas rumah kaca dan pencemaran udara, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Peliatan, terutama dalam hal pengembangan sektor energi terbarukan dan teknologi hijau. BUMDesa Praja Krtha Laksmi berperan strategis dalam mengelola dan mengimplementasikan inisiatif-inisiatif ini, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Kolaborasi ini juga menjadi model keberlanjutan yang dapat diikuti oleh desa-desa lain di Bali, dengan memperkenalkan teknologi yang ramah lingkungan dan hemat energi, yang pada akhirnya dapat mendukung target nasional Indonesia untuk mengurangi emisi karbon dan mencapai net-zero emissions di masa depan.

Desa Peliatan kini semakin mengukuhkan diri sebagai desa yang tidak hanya berfokus pada pelestarian alam dan lingkungan, tetapi juga sebagai pionir dalam inovasi energi terbarukan. Dengan dukungan berbagai pihak, Desa Peliatan telah memulai perjalanan menuju masa depan yang lebih hijau, lebih bersih, dan lebih berkelanjutan.

Semoga dengan semakin banyaknya inisiatif seperti ini, Desa Peliatan dapat menjadi contoh bagi desa lainnya dalam mewujudkan Indonesia yang ramah lingkungan, sekaligus menciptakan kualitas hidup yang lebih baik dan lebih sehat bagi seluruh warganya.